Tugas Perekonomian Indonesia (Dampak Bisnis Ritel dalam Perekonomian Indonesia)

Dampak Bisnis Ritel dalam Perekonomian Indonesia

download 


Nama: Efriliana Vinlytio Merline

NPM: 22213783

Kelas: 1EB26

 

Daftar Isi

 

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………… 1

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………. 2

BAB I Pendahuluan ……….…………………………………………………………….…… 3

            Latar Belakang ……………………………………………………………………… 3

            Landasan Teori ……………………………………………………………………… 3

            Maksud dan Tujuan ………………………………………………………………… 4

            Ruang Lingkup ………………………………………………………………….….. 4

            Perumusan Masalah ………………………………………………………………….4

BAB II Pembahasan ……………..………………………………………………………… 5

BAB III Penutup ….…………………………………………………………………………12

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………… 13


BAB I

Pendahuluan

 

Latar Belakang

Saat ini, banyak sekali di kota-kota besar Indonesia dijumpai pertumbuhan pesat dari usaha pasar modern, terutama bisnis ritel. Hal ini disebabkan seiring dengan bergesernya pola perilaku belanja konsumen dari tradisional ke modern. Bisnis ritel merupakan salah satu faktor dengan tingkat pertumbuhan paling cepat dan tak terbatas. Ada banyak sekali berbagai jenis bisnis ini baik berupa barang maupun jasa. Mulai dari toko kelontong, supermarket, hingga katalog show room.

Pastinya, keberadaan bisnis ritel dalam sektor perekonomian sangatlah penting karena bisnis ini memiliki peran/andil yang strategis. Maksudnya ialah, bisnis ritel tidak hanya menyangkut kepentingan produsen, distributor, dan konsumen saja. Tetapi juga ikut berperan dalam menyerap tenaga kerja, adanya sarana prasarana yang efektif dan efisien dalam memasarkan hasil produksi, serta mengetahui gambaran dari suatu produk, termasuk bahan referensi yang dikehendaki konsumen.

Meskipun masih bisa ditemukan bisnis ritel tradisional, namun kemajuan IPTEK, globalisasi, dan tuntutan kebutuhan konsumen yang meningkat menjadi alasan kuat perubahan orientasi dalam ruang lingkup bisnis ritel. Konsumen sekarang ini bukan hanya mencukupi kebutuhan barang-barang keperluan hidup, tetapi juga mencukupi kebutuhan rekreasi dan relasi.

Keuntungannya , bisnis ritel tidak terlalu terpengaruh oleh krisis ekonomi. Semakin tekun retailer berekspansi, semakin baik prospek bagi para penanam modal untuk menanamkan uangnya atau membelisaham pada perusahaan-perusahaan berbisnis ini. Dalam bisnis ritel, harga yang dikenakan untuk setiap barang dan jasa termasuk pengeluaran peritel dan laba. Setiap tahun, setiap sektor penting dari ekonomi ritel menjadi sumber Produk Nasional Bruto (Gross National Product)yang tidak bisa dianggap remeh. Karena perhitungan PNB untuk menganalisis dan menentukan kebijakan ekonomi guna memperbaiki/meningkatkan kemakmuran masyarakat. Umumnya, negara berkembang seperti Indonesia nilai PNB lebih kecil.  

 

Landasan Teori

Bisnis adalah usaha komersial di dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang.

Ritel atau eceran adalah semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis.

Sektor rumah tangga adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berperan sebagai pemilik faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dan wirausaha).

Sektor perusahaan adalah usaha yang teratur untuk menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kepentingan orang lain. Berperan sebagai produsen, distributor, dan agen pembangunan.

Pasar komoditi/pasar output adalah ‘jembatan’ pertemuan antara sektor rumah tangga dengan sektor perusahaan untuk mendapatkan/memberi barang dan jasa.

 

Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini antara lain:

1. Untuk memenuhi tugas softskill yang telah diberikan.
2. Sebagai bahan pembelajaran mengenai dampak bisnis ritel.
3. Untuk mencari berbagai hal dalam peran bisnis ritel.
4. Sebagai pengumpulan data tentang bisnis ritel dalam perekonomian Indonesia.

 

Ruang Lingkup

Makalah ini membahas mengenai bisnis ritel mulai dari definisi bisnis ritel, peran, dan dampak bisnis ritel dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Rumusan Masalah

Perumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini antara lain:

1. Apa yang dimaksud dengan bisnis ritel?

2. Bagaimana cara bisnis ritel berdampak dalam pertumbuhan ekonomi?
3. Mengapa bisnis ritel menjadi kegemaran bagi para produsen?
4. Apa saja peran penting bisnis ritel?

BAB II

Pembahasan

             Bisnis ritel (bisnis eceran) merupakan bisnis yang menjual barang atau jasa langsung kepada konsumen untuk pemakaian pribadi atau rumah tangga. Merupakan tahapan terakhir dalam suatu channel distribusi, yang membentuk bisnis dan pihak/sektor yang ikut serta dalam pergerakan siklus kegiatan ekonomi dan transfer kepemilikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Bisnis ritel meliputi seluruh aktivitas penjualan barang dan jasa langsung pada konsumen.

Bisnis ritel memberi pandangan hidup untuk orang-orang yang mencari nafkah dalam sektor perekonomian. Bisnis ini menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan, mulai dari makanan hingga jasa reparasi mobil. Peluang bisnis ritel sungguh menjanjikan.Tidak bisa dipungkiri lagi, Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar, pasti menyimpan potensi bisnis ritel yang besar.Apalagi dengan semakin menjamurnya ritel-ritel asing yang memiliki kekuatan merek dan fulus “tak terbatas”.

3 Karakteristik dasar ritel digunakan sebagai dasar mengelompokkan jenis ritel, antara lain:

1.      Pengelompokkan berdasarkan unsur-unsur yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen.

2.      Pengelompokkan berdasarkan sarana atau media yang digunakan.

3.      Pengelompokkan berdasarkan kepemilikan.

Pengelompokkan berdasarkan unsur-unsur yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen:

·         Berdasarkan jenis barang yang dijual.

·         Perbedaan dan keanekaragaman barang yang dijual.

·         Tingkat pelayanan konsumen.

·         Harga barang.

Berdasarkan unsur-unsur tersebut, bisnis ritel dapat dikelompokkan menjadi:

a.       Supermarket tradisional: melayani penjualan makanan, daging, serta pembatasan penjualan produk nonmakanan, seperti produk kesehatan, kecantikan, dll. Sedangkan supermarket konvensional menyediakan layanan antar, menjual roti dan kue (bakery), bahan makanan mentah, serta produk nonmakanan disebut superstore.

b.      Big-box retailer: pada format big-box retailer, ada beberapa jenis supermarket, yaitu:

·         Supercenter: supermarket yang memiliki luas lantai 3.000 sampai 10.000 meter persegi dengan produk makanan sebanyak 30-40% dan produk-produk nonmakanan sebanyak 60-70%. Persediaan yang dimiliki ditaksir antara 12.000-20.000 item. Mempunyai kelebihan sebagai tempat belanja dalam satu atap.

·         Hypermarket: supermarket yang memiliki luas lantai lebih 18.000 meter persegi dengan produk makanan 60-70% dan produk-produk umum 30-40%. Persediaan yang dimiliki lebih dari 25.000 item, yakni produk makanan, perkakas, peralatan olahraga, furniture, perlengkapan rumah tangga, komputer, elektronik, dll. Merupakan toko eceran yang mengombinasikan pasar swalayan dan pemberi diskon lini penuh.Contoh: Makro, Lotte Mart.

·         Warehouse: menjual produk makanan terbatas dan produk umum dengan layanan minim pada tingkat harga rendah terhadap konsumen dan bisnis kecil. Ukurannya lebih dari 13.000 meter persegi dan lokasinya biasanya di luar kota. Interior yang digunakan lebih sederhana.

c.       Convenience store: menjual variasi dan jenis produk terbatasdari berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Luas lantaiberukuran kurang dari 350 meter persegi dan biasa disebut pasar swalayan mini. Ditujukan kepada konsumen yang membutuhkan pembeliancepat tanpa harus mengeluarkanupaya besar dalam mencari produk yang dibutuhkan. Produk yang dijual biasanya berharga lebih tinggi dibandingkan di supermarket.Contoh: Indomaret, Alfamart, Circle K.

d.      General Merchandise Retail:

·         Toko diskon(Discount Store): toko yang termasuk jenis department stores. Memberikan margin rendah dengan volume penjualan lebih tinggi. Contoh: Wall Mart

·         Toko khusus(Specialty Store): toko yang menjual jenis barang tertentu dengan berbagai macam variannya dan jumlah persediaan barang dagangan cukup. Hal ini membutuhkan pengelolaan barang dagangan (warehousing). Contoh: toko buku, toko alat olah raga, toko kue, toko sepatu.

·         Toko kategori

·         Toko Serba Ada/Pasaraya(Department Store):toko yang menjual pakaian, peralatan rumah tangga., mainan, kosmetik, peralatan berkebun, peralatan olah raga, alat tulis, perhiasan, peralatan bayi, kebutuhan hewan, dll. Merupakan toko jaringan (chain) yang tersebar di beberapa kota di beberapa negara. Contoh: Matahari Departement Store, Ramayana.

·         Toko potongan harga(Off Price Retailing):

1) Factory Outlet: Dahulu Factory Outlet adalah toko ritel yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan manufaktur. Barang yang dijual adalah barang sisa produksi, barang yang tidak diproduksi lagi atau barang non regular. Namun sekarang, Factory Outlet adalah toko ritel yang menjual berbagai macam produk bermerk dan tidak hanya dimiliki dan dioperasikan perusahaan manufaktur. Contoh: Stockwell, Cosmo.

2) Independent Off Price: Independent Off Price adalah toko yang dimiliki oleh divisi perusahaan atau pihak lain. Menjual barang-barang out of seasons, barang-barang sisa produksi. Dan tentu saja berharga lebih rendah daripada toko ritel lain.

3) Klub Gudang (Warehouse Club)/Klub Grosir (Wholesale Club): menjual barang kepada retailer-retailer lain, industrial, commercial, institusi, professional user atau kepada pihak yang bertindak sebagai agen/broker yang menjual kembali kepada pihak lain dengan jumlah yang besar.

·         Value retailing

Pengelompokkan berdasarkan sarana yang digunakan:

·         Penjualan melalui toko.

·         Penjualan tidak melalui toko.

Berdasarkan unsur-unsur tersebut, bisnis ritel dapat dikelompokkan menjadi:

a.       Ritel elektronik.

b.      Catalog show room: toko ritel yang menjual berbagai peralatan rumah tangga dan pribadi serta perhiasan. Tidak seperti toko ritel yang lain, sebagian besar barang dagangan tidak didisplay.

c.       Penjualan langsung(Direct Selling):

1) Penjualan satu-satu (one to one selling): Sistem penjualan langsung dimana penjual mendatangi konsumen satu persatu.

2) Penjualan satu ke banyak (one to many/party selling): Sistem penjualan langsung dimana penjual mendatangi ke rumah konsumen. Konsumen mengundang beberapa teman untuk mengadakanparty di rumah konsumen. Di party ini, penjual mempromosikan dan menawarkan, lalu membuat penjualan.

3) Pemasaran bertingkat/jaringan (Multi Level Marketing): Sistem penjualan langsung dimana perusahaan merekrut distributor. Distributor merekut sub distributor. Subdistributor merekrut orang lagi untuk menjual produk kepada konsumen akhir. Selain mendapat potongan harga, setiap lini pemasaran juga mendapat dan harus menutup point pada titik tertentu.

4) Jasa Pembelian (Buying Service): melayani konsumen khusus. Konsumen khusus biasanya adalah karyawan organisasi-organisasi besar seperti perusahaan, sekolah, rumah sakit. Para karyawan organisasi besar menjadi anggota jasa pembelian dan berhak membeli barang dari retailer-retailer yang sudah dipilih dan mendapat diskon tertentu sesuai dengan persetujuan.

                    d.   Television homeshopping: Sistem pemasaran yang dahulu dilakukan dengan menggunakan surat atau katalog. Namun sekarang, sudah beralih menjadi pemasaran dengan menggunakan email, telemarketing, dan melalui televisi (progam homeshopping, infomercial) serta melalui internet.

                    e.   Vending machine retailing: Sistem penjualan menggunakan mesin penjual otomatis. Mesin penjual otomatis diletakkan di pabrik, toko eceran besar, dan pusat layanan publik. Mesin penjual bekerja selama 24 jam.

Pengelompokkan berdasarkan kepemilikan:

Bisnis ritel dapat dikelompokkan menjadi:

·         Waralaba(Franchise Organization): hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

·         Jaringan Toko Koorperat (Coorporate Chain Store): dua gerai atau lebih yang dimiliki dan dioperasikan dengan melakukan pembelian dan perdagangan terpusat serta menjual lini barang yang sejenis. Memiliki persediaan barang dalam jumlah besar dan menjual barang dengan harga lebih rendah serta mampu memperkerjakan ahli-ahli koorperat untuk melakukan tugas-tugas penetapan harga, promosi, perdagangan, pengendalian persediaan, dan perkiraan penjualan.

·         Jaringan Sukarela (Voluntary Chain):bagian independent dari bisnis ritel yang lebih besar. Melakukan kegiatan pembelian, periklanan, dan kegiatan manajemen lain secara kolektif. Kemudian membagikan barang-barang yang dibelinya kepada anggota dengan harga lebih murah.

·         Koperasi Pengecer (Retailer Cooperatif): salah satu jenis ritel yang anggota-anggotanya terdiri dari pengecer-pengecer kecil independent. Melakukan pembelian secara terpusat dan promosi bersama.

·         Koperasi Konsumen (Consumer Cooperatif):mirip seperti koperasi pengecer. Jika koperasi pengecer dimiliki oleh pengecer besar maka koperasi konsumen dimiliki oleh anggota sendiri dimana tujuan berdirinya berdasarkan aspirasi para anggota.

Fungsi ritel adalah sebagai berikut:

·         Ritel yakni tahap akhir proses distribusi dengan melakukan penjualan langsung pada konsumen akhir.

·         Sebagai perantara antara distributor dengan konsumen akhir. Retailer berperan sebagai penghimpun barang, took retail, dan sebagai tempat rujukan.

·         Sebagai penentu eksistensi barang dari manufacture di pasar konsumsi.

·         Membeli dan menyimpan barang.

·         Memindahkan hak milik barang tersebut kepada konsumen akhir.

·         Memberikan informasi mengenai sifat dasar dan pemakaian barang tersebut.

·         Memberikan kredit kepada konsumen (dalam kasus tertentu).

·         Menyediakan berbagai jenis produk dan jasa.

·         Memecah (breaking bulk).

·         Meningkatkan nilai produk dan jasa.

6 perencanaan strategis bisnis ritel, yakni:

1.     *  Definisi jenis bisnis (barang/jasa dan orientasi khusus).

2.      * Tujuan jangka panjang dan jangka pendek ditentukan dengan penjualan, laba, market share, image, dsb.

3.      * Karakteristik konsumen (berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendapatan) dan kebutuhan (pilihan produk dan merek).

4.     *  Rencana jangka panjang sebagai arahan umum.

5.      * Strategi terprogram seperti lokasi toko, jenis produk, harga, periklanan, dan display diimplementasikan untuk mencapai tujuan.

6.      * Performance secara teratur dievaluasi.

 

Konsep bisnis ritel memiliki unsur-unsur:

1.Orientasi Konsumen.

Seorang retailer harus menentukan kebutuhan konsumen dan harus mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan tersebut semaksimal mungkin.

2.Usaha yang Terkoordinasi.

Seorang retailer harus membuat semua rencana dan kegiatan secara terigentrasi untuk memaksimalkan efisiensi.

3.Orientasi Tujuan.

Seorang retailer harus menetarlkan tujuan dan mengunakan strategi yang telah disusun untuk mencapai tujuan tersebut.

Dunia dalam laporan triwulanmemperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 berada pada angka 6,2 persenatau sedikit lebih rendah dari perkiraan pada 2012 sebesar 6,3 persen. Namun untuk 2014, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,5 persen.Menurut SURYA Online, JAKARTA: Ekonom Utama Bank Dunia Jim Brumby memperkirakan laju inflasi Indonesia pada akhir 2013 sebesar 5,5 persen atau lebih tinggi dari perkiraan pemerintah yang tercantum dalam APBN 2013 sebesar 4,9 persen. “Inflasi pada tahun ini disebabkan adanya tekanan, dampak dari berbagai kebijakan pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/3/2013).

Pendapatan Domestik Bruto (PDB)per kapita Indonesia di akhir 2013 ditaksir bisa mencapai US$ 4400-4500 seiring dengan meningkatnya penciptaan lapangankerja. Tingkatpengangguran akan menurun di angka 5,8-6,1%. Hal tersebutdikatakan Firmanzah, Penasehat Ekonomi Presiden RI dan Dekan FE Universitas Indonesia. PDBper kapita merefleksikan pendapatan per kapita.Pendapatan per kapita seringdigunakan sebagai acuan dalam kemakmuran dan tingkat pembangunan negara. Semakin besar pendapatan per kapitanya, semakinmakmur negara tersebut.

Sistem ekonomi Indonesia yang terbuka dan masih belum besar cenderungdipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global,seperti AS, Eropa, China, dan India. Selain pengaruh eksternal, perkembangan politik dalam negeri jugamemprihatinkan. Menurut Indonesia Economic Review and Outlook(IERO) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Gajah mengatakan, menghangatnya suhu politik dapat membawa dampak negatif pada perekonomian Indonesia sehingga perlu diwaspadai dan dicermati.

Ekonomi Indonesia sekarang menghadapi tantangan dan ancaman cukup besar sehingga berpotensi adanya pelemahan pertumbuhan ekonomi, yang berakibat pada meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Meski jumlah kelas menengah Indonesia menurut, data ADBmeningkat dari 81 juta (2003) menjadi 150 juta (2012). Sekitar setengahnya masih berpengeluaran di bawah US$2 per hari per orangdan sekitar tiga perempatnya di bawah US$4 per hari.

Menurut Jakarta, KOMPAS Kamis,28 Maret 2013:Meskipunmemiliki potensi besar seiring daya beli masyarakatyang meningkat, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia pada 2013 diprediksikan tidaksebesar tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2013, pertumbuhan bisnis ritel berkisar antara 8-9%, lebih rendah dari 11-12% pada 2011-2012.

Menurut EKOM – 66144459nnn IQPlus, (08/03): Penjualan ritel Indonesi mengalami perlambatan pertumbuhan di bulan Januari 2013 sebab melemahnya permintaan domestik untuk pakaian dan alat rumah tangga. Demikian menurut survey Bank Indonesia. Indeks penjualan ritel tumbuh 7,2% daripada pertumbuhan 15,1% di bulan sebelumnya. Indeks ini berdasarkan survey yang dilakukan di 10 kota besar dan diperkirakan penjualan ritel dalam tiga hingga enam bulan ke depan terutama menjelang bulan puasa dan idul fitri.

Menurut JAKARTA (IFT): Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia memperkirakan omzet penjualan ritel pada kuartal III 2012 atau menjelang dan saat pelaksanaan Ramadhan dan Lebaran akan tumbuh 20%-30% menjadi Rp 36 triliun-Rp 39 triliun dibandingkan kuartal lain yang rata-rata mencapai Rp 30 triliun. Pertumbuhan omzet ritel ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar 15%.Satria Hamid, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, mengatakan kenaikan omzet penjualan mengacu pada kondisi ekonomi yang membaik, kenaikan daya beli, pendapatan perkapita yang sudah mencapai US$ 4000 serta kemampuan sektor ritel yang bisa menekan laju inflasi. Omzet penjualan ritel pada tahun ini diperkirakan sebesar Rp 120 triliun. “Makanya kami yakin dengan keadaan makro ekonomi, kami bisa memperoleh kenaikan omzet sebesar 20% bisa terealisasi,” ujar dia kepada IFT.

Menurut SumberFrontier Consulting Group, Research Division (survei di enam kota besar): Dalam periode enam tahun terakhir, dari tahun 2007–2012, jumlah gerai ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 17,57% per tahun. Pada tahun 2007, jumlah usaha ritel di Indonesia masih sebanyak 10.365 gerai, kemudian pada tahun 2011 mencapai 18.152 gerai tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia. Pertumbuhan jumlah gerai tersebut tentu saja diikuti dengan pertumbuhan penjualan. Menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10%–15% per tahun. Penjualan ritel pada tahun 2006 masih sebesar Rp49 triliun, dan melesat hingga mencapai Rp120 triliun pada tahun 2011. Sedangkan pada tahun 2012, pertumbuhan ritel diperkirakan masih sama, yaitu 10%–15%, atau mencapai Rp138 triliun. Jumlah pendapatan terbesar merupakan kontribusi dari hipermarket, kemudian disusul oleh minimarket dan supermarket.

Menurut JAKARTA, KOMPAS.com: Sekalipun mengalami penurunan jumlah toko yang menjual barang-barang konsumen sebesar 1,3 persen dari tahun lalu, jumlah toko di Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia setelah India. “Jumlah toko (tradisional dan modern) di Indonesia mencapai 2,5 juta toko,” jelas Nielsen Executive Director Retail Measurement Services Teguh Yunanto di Jakarta, Selasa (15/3/2011).Untuk penyebaran toko, paling banyak di Pulau Jawa dengan 57 persen, dan Sumatera dengan 22 persen, sisanya 21 persen ada di pulau lain. Namun, Teguh menjelaskan, ritel lebih tumbuh di pinggiran kota, mengingat lokasi permukiman banyak di daerah tersebut. Daerah inilah yang menjadi target dari ritel modern jenis minimarket. Ritel modern tumbuh 38 persen dengan 18.152 toko di Indonesia, dibandingkan tahun 2009. Dari jumlah tersebut, sekitar 16.000 toko merupakan minimarket. Namun format ritel modern lainnya, seperti supermarket justru turun 6 persen, sedangkan hypermarket tumbuh 23 persen dengan 154 toko.

 BAB III

Penutup

 

Kesimpulan   

            Bisnis ritel (bisnis eceran) merupakan bisnis yang menjual barang atau jasa langsung kepada konsumen untuk pemakaian pribadi atau rumah tangga. Merupakan tahapan terakhir dalam suatu channel distribusi, yang membentuk bisnis dan pihak/sektor yang ikut serta dalam pergerakan siklus kegiatan ekonomi dan transfer kepemilikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Bisnis ritel meliputi seluruh aktivitas penjualan barang dan jasa langsung pada konsumen.

 

Saran

Saya menyadari bahwa penulisan ini masih banyak kekurangan, sehingga menyarankan agar mengumpulkan data-data lebih banyak lagi supaya penulisan ini semakin lengkap dan makin bertambah informasi-informasi baru mengenai dampak bisnis ritel dalam perekonomian Indonesia.

Daftar Pustaka

 

http://abufarros.wordpress.com/2013/04/12/tantangan-dunia-bisnis-retail-2013

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Penny%2520Rahmawaty,%2520M.Si./MODUL%2520RETAIL%2520BAGIAN%25201%2520-%2520PENDAHULUAN.pdf

http://adamreiza.blogspot.com/2012/06/karakteristik-jenis-dan-fungsi-retail_09.html

http://tentangretail.blogspot.com/2012/05/macam-macam-retail.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13

About these ads

One thought on “Tugas Perekonomian Indonesia (Dampak Bisnis Ritel dalam Perekonomian Indonesia)

  1. Banyak yang belum tau, bahwa hampir 80% brand parfum terkenal di dunia mengambil fragrancenya dari DROM (Jerman, sejak 1911), seperti : Hugo Boss, Armani, Gucci, Azzaro, Pacorabanne, Dolce & Gabanna, dll.. Tidak banyak yg mengetahui kalau DROM juga yang memasok Fragrance ke FM Group World (Polandia) yang membuat parfum dgn lebih dari 200 jenis aroma (100 di Indonesia). Tidak heran kalau banyak aromanya memiliki kemiripan dgn merk-merk yang sudah terkenal di atas. *kok SAMA?Apa Palsu?Tidak Palsu. Karena pencipta AROMAnya DROM, maka terserah DROM mau di jual kesiapa. FM tidak meng-KLAIM AROMA mereka mirip merk lain, para USER (Pemakai) di seluruh dunialah yang mengatakan hal tersebut. kalau fragrance dan sumbernya sama, secara logika, aroma parfum yg dihasilkan sulit dibedakan. Tenang, FM diakui ORIGINAL di seluruh dunia, termasuk Indonesia dengan disahkannya produk FM oleh BPOM. Dan jg telah mendapatkan sertifikat PUREGANIC dari Departemen Pertanian Amerika, ini artinya parfum FM terbuat 100% dari tumbuh-tumbuhan organik, jadi aman di kulit bahkan untuk yg alergi sekalipun.. Hal-hal inilah yg membuat parfum FM menjadi parfum terlaris di Eropa (50 ribu botol/hari terjual) dengan aroma sama dan harga lebih murah utk kualitas EDP & PERFUME, langsung hrga pabrik. harga jual hanya 257 rb s/d 560 rb per product. Import langsung dari Polandia.

    WHY FEDERICO MAHORA (FM) parfum ?

    ☑ Organic parfum(sertifikat USDA)

    ☑ Best seller 50negara+5 benua

    ☑ ORI import eropa

    ☑ Aman(POM)

    ☑ TIDAK ADA Sistim Hangus Untuk Jaringan NEtwork nya

    ☑ Pilihan para Artis indonesia

    ☑ NO competitors

    ☑ NO Stok(dropsiping) –

    F A K T A :

     Hanya segelintir orang di dunia yg mengetahui sumber Uang ada di industri parfum…spt Hugo Boss, Armani, Kenzo, Escada, dll…

     Potensi Penghasilan 4 -130 – 1M Dgn MODAL hanya 888 rb keuntungan Retail + Komisi Bulanan.

     Parfum ORI Eropa berkualitas Jerman by Federico Mahora, dengan harga lebih murah sampai 70% dari yg ada di Mal.

     Perusahaan Parfum terbesar dengan 100 aroma padanan Merk2 Branded.

     Kantor di 50 negara: amerika, perancis, italy, Inggris, Jerman, Australia, dll.

     Satu-satunya perusahaan Parfum IINTERNASIONAL dunia dengan strategi network marketing TANPA SAINGAN.

     Keuntungan pemakai: pilihan aroma banyak+kualitas eropa+MURAH.

     Keuntungan reseller: 30%+ tdk perlu stok barang, kantor yg kirim ke seluruh indonesia Mau Wangi yang AMAN dan MURAH? (*) PARFUM ORI IMPORT EROPA, LANGSUNG PABRIK (HARGA MURAH), AMAN (ada POM dari dept KESEHATAN). (*) Sebagai perbandingan: Harga di MAL, 50 ml, EDP merek Designer, harga min Rp. 900.000 Harga PARFUM FM? Rp. 257.000,- (HARGA PABRIK !!, kualitas dan aroma sulit dibedakan) (*) BISNIS yg TIDAK ADA SAINGAN NYA utk PARFUM ORI EROPA dan MURAH (krn langsung Pabrik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s